Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2020

Day 4: Places I Want to Visit

Hua topik favoritku!! Lagi pandemi gini emang enaknya ngehalu ya.  1. La La Land Filming Location Ini tiba-tiba aja kepikiran pas nulis. Mumpung gue khatam semua soundtrack- nya kayaknya gue terharu deh kalo bisa kesini. *Kalau bisa sih dateng kesananya cuma berdua sama Ryan Gosling* *Halu gak boleh nanggung, Sis* 2. Walk of Fame Walaupun katanya b aja sih disana dan panas juga tp tetep pengen, hehehe. Karena ga mungkin ketemu aktor/akrtisnya jd kita ketemu semuanya aja sekali jalan, LOL . Kebetulan wallpaper handphone gue sekarang adalah Leonardo Di Caprio waktu masih muda lagi jalan di Walk of Fame, sayangnya sampai sekarang nama dia belum ada disini, huhu. Anyway , nama almarhum petinju legendaris, Muhammad Ali, juga ada tapi beliau menolak dipasang di jalan karena nama nya mengandung nama "Muhammad" sehingga beliau request dipasang di dinding. Jadilah beliau beda sendiri punya Wall of Fame. Cool! 3. Central Perk (F.R.I.E.N.D.S Cafe) Dari awal tahun 2020 hari-hari gue ud...

Day 2: Things That Makes Me Happy

Freedom. Sepertinya itu sih, hal yang membuat gue senang. Freedom to think, freedom to choose, freedom to be. Bukan sepenuhnya dan malah jadi pergaulan bebas juga sik. Tetep sesuai protokol kesehatan  aturan keluarga. Karena sudah tersosialisasi dari kecil, kan? Hal yang gue syukuri sampai saat ini adalah orang tua gue memberikan gue kesempatan untuk memilih jurusan kuliah yang gue mau. Padahal gue yakin mereka gak familiar dengan ilmu psikologi. Kalau aja gue bernasib seperti banyak anak lainnya yang gak punya kesempatan memilih, kayaknya gue akan terus penasaran dan merasa jadi korban seumur hidup. I'm thankful for my mom and dad.

Day 1: Personality

Berlangganan Disney+ hotstar, gue jadi nonton musical tentang Alexander Hamilton. Terus tau gak deskripsi orang tentang dia apa? “Idealis naïf yang penuh impian” Somehow I saw myself that way, too. Sebelum sekolah di IC dan tinggal di asrama, gue gak pernah tau rasanya gagal. Segalanya lancar adem ayem bahkan ketika gue gak berekspektasi apa-apa. Effortless banget lah. Sampai ketika gue sekolah di sana kok gue gagal terus. Hahaha. Terseok-seok banget buat survive sekolah doang, Ya Rabb . Sayangnya, setelah gue tau rasanya gagal—dan perasaan itu gak enak banget—gue akhirnya punya mindset lebih baik gak usah mencoba, daripada gagal. Dan itu kebawa sampai kuliah. Saking gue menghindari kegagalan, gue gak nyoba sama sekali. Gak ada orang yang peduli sama orang yang gagal, menurut gue saat itu. Menjelang lulus, alhamdulillah dapat pembimbing skripsi yang care . Suka ngingetin biar gue gak wishful thinking alias berharap 10 tapi usahanya cuma 3. Ditambah banyak baca buku ...