Skip to main content

Day 1: Personality

Berlangganan Disney+ hotstar, gue jadi nonton musical tentang Alexander Hamilton. Terus tau gak deskripsi orang tentang dia apa? “Idealis naïf yang penuh impian”

Somehow I saw myself that way, too.

Sebelum sekolah di IC dan tinggal di asrama, gue gak pernah tau rasanya gagal. Segalanya lancar adem ayem bahkan ketika gue gak berekspektasi apa-apa. Effortless banget lah. Sampai ketika gue sekolah di sana kok gue gagal terus. Hahaha. Terseok-seok banget buat survive sekolah doang, Ya Rabb.

Sayangnya, setelah gue tau rasanya gagal—dan perasaan itu gak enak banget—gue akhirnya punya mindset lebih baik gak usah mencoba, daripada gagal.

Dan itu kebawa sampai kuliah.

Saking gue menghindari kegagalan, gue gak nyoba sama sekali.

Gak ada orang yang peduli sama orang yang gagal, menurut gue saat itu.

Menjelang lulus, alhamdulillah dapat pembimbing skripsi yang care. Suka ngingetin biar gue gak wishful thinking alias berharap 10 tapi usahanya cuma 3. Ditambah banyak baca buku self-help yang membuka pikiran gue lebar-lebar kalau mindset gue selama ini ternyata salah besar. That didn't save my life at all. Impian gue gak ada yang ‘jadi’. Malah gue gak kemana-mana.

Sekarang jadi punya mantra-mantra sendiri supaya mindset realistis dikit. “Gak apa-apa salah—kan dari kesalahan kita jadi tahu mana yang benar” “Percobaan pertama memang gak sempurna” "Yuk abisin jatah gagal" “Emang gak bisa sih nyenengin semua orang” yang terinspirasi dari pengalaman sehari-hari.

Well, I’m still an idealist but I’m working on it!


Comments

Popular posts from this blog

The couple met in 2022

The couple met in 2022. They went hiking with her high school friends, their mutual friend asked him to join. He thought that the girl has a boyfriend so he only admire her without saying "hi." Conversation started after he followed her Instagram account. She is happy because he let her be herself. He is happy because he feels comfortable with her. They married to each other in 2023. 

The couple trip: Karimun Jawa

Thanks to suamiku yang ngurusin itinerary dengan sangat apik, akhirnya kita sampai di Karimun Jawa, yay! Apresiasi banget buat fleksibilitasnya karena cuaca akhir tahun nggak menentu jadi harus otak-atik schedule supaya semua spot berhasil kita datengin. Without any further ado, buat teman-teman yang mau nge- trip  ke Karimun Jawa tanpa ikut tour, silakan disimak yaa. ... Day 1 Perjalanan dimulai tanggal 23 Desember, dari dua minggu sebelumnya kami booking tiket travel Rimba Raya Premium via Traveloka berangkat dari SPBU Pabelan Sukoharjo dengan tujuan akhir di Pelabuhan Kartini, Jepara. H-1 dapat chat reminder untuk keberangkatan besok, untung suami 'ngeh' kalau jadwal keberangkatan 17.15 reschedule jadi jam 16.00. Kursinya nyaman kayak kursi pijet gitu menurutku, tidur-bangun tidur-bangun sampai deh kami di Jepara. Di Jepara kami menginap di Homestay 89 new yang kami booking via Agoda, nyaman banget kamarnya bersih dan terawat, full AC, bahkan ada TV-nya juga untuk ...

Day 5: My Parents

Seperti yang gue tulis di postingan hari ke dua , gue adalah anak yang bersyukur dilahirkan dari kedua orangtua yang seperti kedua orangtua gue. Padahal seperti remaja kebanyakan, dulu gue juga sempat berharap orangtua gue adalah orangtuanya temen-temen gue. Terus apa yang membuat gue jadi bersyukur sekarang? 1. Orangtua gue well-planned Banyak hal yang nggak gue sadari saat itu, ternyata berdampak buat gue saat ini. Gue adalah anak pertama dan baru punya adik di usia 6 tahun, di tahun yang sama gue masuk sekolah TK. Menurut gue keputusan orangtua gue untuk ngasih jarak lahir setelah gue mulai sekolah adalah ide yang brilian abis, sih. Hal ini bikin masa kecil gue merasa disayang dan cukup punya banyak memori kebersamaan yang bahkan masih gue inget sampai saat ini.  2. Orangtua gue keduanya bekerja Ini juga termasuk yang baru gue sadari sekarang, sih. Punya ibu yang bekerja, tuh, entah kenapa lebih dihormati aja. Dimaklumi juga kalau nggak ikut ngegosip sama tetangga karena punya u...