Skip to main content

The couple trip: Karimun Jawa

Thanks to suamiku yang ngurusin itinerary dengan sangat apik, akhirnya kita sampai di Karimun Jawa, yay! Apresiasi banget buat fleksibilitasnya karena cuaca akhir tahun nggak menentu jadi harus otak-atik schedule supaya semua spot berhasil kita datengin. Without any further ado, buat teman-teman yang mau nge-trip ke Karimun Jawa tanpa ikut tour, silakan disimak yaa.

...

Day 1
Perjalanan dimulai tanggal 23 Desember, dari dua minggu sebelumnya kami booking tiket travel Rimba Raya Premium via Traveloka berangkat dari SPBU Pabelan Sukoharjo dengan tujuan akhir di Pelabuhan Kartini, Jepara. H-1 dapat chat reminder untuk keberangkatan besok, untung suami 'ngeh' kalau jadwal keberangkatan 17.15 reschedule jadi jam 16.00. Kursinya nyaman kayak kursi pijet gitu menurutku, tidur-bangun tidur-bangun sampai deh kami di Jepara. Di Jepara kami menginap di Homestay 89 new yang kami booking via Agoda, nyaman banget kamarnya bersih dan terawat, full AC, bahkan ada TV-nya juga untuk hiburan. Untungnya di Jepara udah ada GoFood, jadi kita yang sudah lelah ini bisa pesen online aja.

Day 2
Jadwal keberangkatan kapal express yang kami booking via https://www.expressbahari.com/ juga maju ke jam 08.00, jadi kami beli sarapan satset di depan homestay 3 bungkus nasi teri dan 2 gorengan tempe, pas bayar ternyata totalnya Rp13.000 saja guys, wow, gak ekspek. Lanjut deh kami jalan ke Pelabuhan Kartini, siapin KTP dan boarding pass lalu 'cuss ke kursi yang telah ditentukan (at this point, aku mikir 'ih keren jg udah teratur gini'). Kami ambil nomor 149-150 yang paling belakang dekat AC dan pintu keluar.

Ternyata badai guys, terombang ambing di lautan cukup lama (sekitar 30-45 menit) sampai banyak yang minta kantong muntah dan owek owek. Kami berdua juga mual, sih. Tapi gengsi dan mending tidur lagi aja deh.

Sampai di pelabuhan Karimun Jawa, motor yang kami sewa dari hostel tempat kami menginap sudah ready. Cuaca mendung dan gerimis gak jadi masalah karena kami udah bertekad nyari bakso untuk ngangetin perut yang mual karena perjalanan barusan. Bakso nya b aja jadi nggak perlu aku tulis di sini ya ✌

Kami menginap di Big K Hostel, pas masuk kamarnya happyyy banget karena kamarnya walaupun compact tapi unik dan cantik. Yakin banget ownernya punya taste interior design yang bagus.

Biasalah kang penyusun itinerary pengen ke pantai yang agak jauh dan di luar rute orang kebanyakan, namanya Pantai Annora. Sebelum ke pantai kita makan soto dan snacks di Cafe Walawari sambil nunggu gerimis. Ternyata gerimisnya awet, jadi sepanjang perjalanan trabas trobos, pas udah hampir sampai ternyata jalannya bebatuan, kebetulan tengok kiri bisa ke Pantai Alano, yaudah deh ganti destinasi aja. Pantai Alano juga sama bagusnya. Sejauh mata memandang maasya Allaah siih bersyukur banget bisa lihat pasir putih laut biru gradasi walaupun mendung tp tetep cantikkk. Ngobrol sama warga lokal yang punya warung kecil bilang ternyata pantai ini ramai sama turis domestik di bulan April-Juni dan turis asing di bulan Juli-Agustus, selebihnya blas sepi karena udah masuk musim hujan. Walaupun sepi bgt tapi blessing in disguise juga ya dapet momen yang gak crowded, karena pasti keganggu sama turis asing yang berpakaian seenaknya hehe (keinget di Gili Trawangan bingung bgt mau liat ke arah mana lol). Di sini juga suamiku dikejar anjing yang gede banget wkwk mirip scooby doo tapi sereeeem hahaha.

Sorenya kita mampir ke Bukit Love untuk foto dan beli cinderamata. Dari bukit ada cafe yang viewnya pemandangan laut yang cantik.

Menjelang magrib kita pulang dan pesan bebek goreng antar ke kamar dan surprisingly LEZAT PWOLLL sambelnya muantepp, ducky yummyyy. Next karena kecapekan abis terombang-ambing, kehujanan, dan masih shock dikejar anjing kita langsung pules deh.

Day 3
Sebelum ke pantai ternyata suami canggihku sudah menentukan kita snorkeling dan island hopping ikut trip mas Aldy. Jadi pagi ini jam 9 kita akan ketemu di Pelabuhan Karimun Jawa buat berangkat naik speedboat. Sebelum jam 9 kita sempet ke Pantai Bobby walau pas baru banget sampe lagi-lagi kehujanan wkwkwk. Suamiku bete, aku ya jadi badut supaya suasana tidak semakin dingin brrr. Di Pantai Bobby kita neduh bareng dan kenalan sama keluarga dari Malang yang juga berencana snorkeling jam 9. Balik ke hostel kita pesen indomie rebus, tempe dan pisang goreng. Rasanya okelah buat ngisi perut sebelum nyebur.

Waktunya ngumpul di pelabuhan, eh bener ketemu lagi sama keluarga Malang hahaha. Kami beruntung sekali menuju spot pertama bisa lihat dolphin loncat-loncat di habitatnya. Kita ke dua spot snorkeling salah satunya spot ikan Nemo, ke Pulau Cilik untuk makan siang ikan bakar, ke Penangkaran Penyu di Taman Nasional Karimun Jawa dan Penangkaran Hiu. Pengalaman yang menyenangkan dan recommended bersama tim mas Aldy karena mereka profesional bgt tau spot2 terbaik yang banyak terumbu karang cantik dan ikan warna warni, bantu arahin kita foto sama ikan hahaha (satu relax.... dua tarik napas... tiga foto cekrek) puas banget deh sama servicenya!
Menjelang ashar kita balik ke hostel untuk bersih-bersih, udah wangi, cakep, kita jalan lagiii ke Sunset Beach. Berharap dapet view sunset tapi sebenernya udah tau kalau mendung hehehe. Nekat traveler ini tetep berangkat walaupun sepi banget krik-krik gue yang penakut ini rada enggan ya.. tapi asiknya pantai di sana gak pernah mengecewakan dan ada satu dua pengunjung lain yang bisa dimintain tolong fotoin kita hehe. Kita buru-buru cabut dan balik ke arah pelabuhan yg lebih ramai penduduk, numpang shalat di Masjid Agung Karimun Jawa lalu mampir makan nasi goreng dan kwetiaw yang kali ini zonk karena b aja.

Day 4
Hari terakhir kita masih penasaran sama Pantai Bobby dan Tanjung Gelam. Pantai Bobby lagi ternyata bukan hal yang burukkk karena puas banget naik ayunan yang besarrr ituuu aaah menyenangkan sekaliii pingin punya big swinggg. Setelah puas foto-foto di Pantai Bobby kita makan pecel ayam overprice dulu guys Rp35.000/porsi tapi enak sih lagi lagi karena sambelnyaaaa.

Lanjut ke Tanjung Gelam. Sebenernya rute Tanjung Gelam deket banget dari Sunset Beach, cuma karena kemarin udah magrib dan sepiii jadi kuminta ke Tanjung Gelam yang famous dengan pohon kelapa miringnya ditunda jadi pagi ini, hihi. Ternyata di TG bisa sewa jetskii dan canoe. Kita pilih naik canoe, lalu siap siap balik ke hostel untuk prepare pulang yang jadwalnya 13.00 reschedule ke jam 11.00.

Perjalanan pulang lancaar banget, ombaknya kalem karena cuaca cerah, padahal gue udah siap kalau nanti ada small turbulence hehe ternyata gak ada. Fyuh. Sampai di Pelabuhan Kartini sekitar jam 14.00 agak luntang-lantung karena tiket travel kami jam 18.00. Udah cari masjid, makan pentol, makan bakso, muterin kura-kura raksasa, sampai duduk-duduk di taman. Akhirnya travel kami datang tepat waktu.

...

Setelah dihitung2 total spending untuk trip kali ini nggak lebih dari 3 juta untuk berdua.
Details:
Travel Rimba Raya Premium Sukoharjo-Jepara (Rp240.000/2 persons)
Homestay 89 new Jepara (Rp185.000/night)
Express Bahari Jepara-Karimun Jawa (Rp400.000/2 persons)
Big-K Hostel Karimun Jawa (Rp596.000/2 nights)
Snorkeling and island hopping (Rp400.000/2 persons)
Pantai Bobby (Rp20.000/2 persons)
Sewa Canoe (Rp.50.000/30 mins)
Express Bahari Karimun Jawa-Jepara (Rp400.000/2 persons)
Travel Rimba Raya Premium Jepara-Sukoharjo (Rp260.000/2 persons)
Foooooods (around Rp400.000/2 persons)

Segitu dulu, coba tebak berapa kali aku bilang cantik di post ini. Sepertinya trip kali ini bisa dinobatkan trip tercantik haha. Selvia recommends deh! See you on the next trip 👍

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

The couple met in 2022

The couple met in 2022. They went hiking with her high school friends, their mutual friend asked him to join. He thought that the girl has a boyfriend so he only admire her without saying "hi." Conversation started after he followed her Instagram account. She is happy because he let her be herself. He is happy because he feels comfortable with her. They married to each other in 2023. 

Day 5: My Parents

Seperti yang gue tulis di postingan hari ke dua , gue adalah anak yang bersyukur dilahirkan dari kedua orangtua yang seperti kedua orangtua gue. Padahal seperti remaja kebanyakan, dulu gue juga sempat berharap orangtua gue adalah orangtuanya temen-temen gue. Terus apa yang membuat gue jadi bersyukur sekarang? 1. Orangtua gue well-planned Banyak hal yang nggak gue sadari saat itu, ternyata berdampak buat gue saat ini. Gue adalah anak pertama dan baru punya adik di usia 6 tahun, di tahun yang sama gue masuk sekolah TK. Menurut gue keputusan orangtua gue untuk ngasih jarak lahir setelah gue mulai sekolah adalah ide yang brilian abis, sih. Hal ini bikin masa kecil gue merasa disayang dan cukup punya banyak memori kebersamaan yang bahkan masih gue inget sampai saat ini.  2. Orangtua gue keduanya bekerja Ini juga termasuk yang baru gue sadari sekarang, sih. Punya ibu yang bekerja, tuh, entah kenapa lebih dihormati aja. Dimaklumi juga kalau nggak ikut ngegosip sama tetangga karena punya u...