Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2020

Quarter Life Crisis

3 hari lalu saya sengaja uninstall instagram karena sebuah kejadian. Rasanya saya perlu untuk mengasingkan diri sejenak agar merasa lebih baik. Namun di hari selanjutnya saya perlu mengedit beberapa foto menjadi satu, yang akan mudah kalau menggunakan fitur layout di instastory. Tanpa sengaja saya melihat bahwa seseorang yang saya follow akan mengadakan instagram live mengenai quarter life crisis . Sebenarnya saya sudah tidak asing dengan istilah tersebut, tetapi saya penasaran bagaiaman pembahasannya menurut pandangan dua pembicara ini mengingat ia adalah lulusan psikologi di kampus ternama. Benar saja, saya bahkan membuat catatan mengenai topik ini dan menyimak hingga akhir. Berikut sedikit rangkuman sesi instagram live @srizzati x @nadiladara 10 Mei 2020. Quarter life crisis (QLC) pada dasarnya dialami oleh hampir semua orang di rentang usia 20-30 tahun.   Definisi QLC adalah a period of insecurities, doubts, disappoinments about relationship, career, and financi...

Merasa Cukup

Tadi pagi, mungkin setelah sahur, seorang teman mengirimkan pesan kepada saya “Cewek mau diajak tinggal di apartemen kayak gini gak sih?” Dia kirimkan desain tata letaknya. Saya pelajari, “Segede kamar hotel ya. Ya sesuai kebutuhan masing-masing sih, kalau dia minimalis parah mungkin mau, wkwkwk” jawab saya. Lalu dia bertanya lagi, kalau saya inginnya seperti apa. Saya jawab kalau saya sepertinya ingin tempat tinggal yang ada livingroom -nya supaya lebih besar sedikit. Mungkin ya, seperti itu bayangan saya. Setelah saya terpapar dengan minimalisme saya merasa cocok untuk menerapkannya di rumah saya nanti. Tidak perlu rumah yang besar karena semakin besar rumah akan semakin besar juga waktu, usaha dan biaya untuk merawatnya. Sesuai kebutuhan saja, dan sesuai budget juga tentunya. Saya tidak ingin membuang waktu untuk memoles apa yang saya punya terus menerus tanpa peduli pada sekitar. Saya belum tahu akan jadi apa 10-20 tahun lagi. Semoga saya di masa depan sudah merasa...

Menjadi Manusia

Manusia, ya, jadi manusia aja. Pertama kali saya denger kalimat ini dari @nkcthi, sebuah akun instagram yang nerima curhatan orang untuk bahas topik tertentu setiap malam. Kemudian sebagai kesimpulan, orang baik di balik akun akan membuat beberapa kalimat sederhana yang menenangkan perasaan kecewa, khawatir, marah, ataupun sedih yang lagi dialami sama para pembacanya. Di tahun nkcthi nge hype , saya lagi belajar psikologi. Saya belajar tentang apa yang mendorong manusia untuk berbuat sesuatu, tentang bagaimana emosi bisa muncul, tentang pola asuh orang tua yang membentuk anak hingga dewasa. Pada suatu titik saya pernah merasa ilmu psikologi perlu masuk kurikulum nasional supaya semua orang bisa mengenal diri dan orang lain dengan lebih baik. Somehow , menurut saya nkcthi sukses bikin warga instagram indonesia aware   dengan kesehatan mental melalui kalimat-kalimat sederhana yang sengaja dibuat penulisnya. Anyway , skip dulu tentang nkcthi Manusia, ya, jadi m...