Skip to main content

Quarter Life Crisis

3 hari lalu saya sengaja uninstall instagram karena sebuah kejadian. Rasanya saya perlu untuk mengasingkan diri sejenak agar merasa lebih baik. Namun di hari selanjutnya saya perlu mengedit beberapa foto menjadi satu, yang akan mudah kalau menggunakan fitur layout di instastory. Tanpa sengaja saya melihat bahwa seseorang yang saya follow akan mengadakan instagram live mengenai quarter life crisis. Sebenarnya saya sudah tidak asing dengan istilah tersebut, tetapi saya penasaran bagaiaman pembahasannya menurut pandangan dua pembicara ini mengingat ia adalah lulusan psikologi di kampus ternama. Benar saja, saya bahkan membuat catatan mengenai topik ini dan menyimak hingga akhir.

Berikut sedikit rangkuman sesi instagram live @srizzati x @nadiladara 10 Mei 2020.
  • Quarter life crisis (QLC) pada dasarnya dialami oleh hampir semua orang di rentang usia 20-30 tahun.
  •  Definisi QLC adalah a period of insecurities, doubts, disappoinments about relationship, career, and financial situation atau singkatnya anxiety over the direction and quality of one’s life.
  • Hal ini disebabkan karena kita mulai belajar decision making untuk hal yang besar (keputusan yang akan mengubah hidup kita secara signifikan seperti jalur karir dan hubungan pernikahan)
  • Pada dasarnya ciri-ciri yang dialami tiap individu dalam menghadapi QLC bisa berbeda, namun biasanya seputar karir dan relationship
    1. Merasa kurang maksimal dengan peran yang dimiliki sekarang (I’m not good enough);
    2. Takut menghadapi masa depan yang tidak jelas (afraid of uncertainty, everything’s blurry);
    3. Mempertanyakan spiritualitas;
    4. Ragu dengan pilihan yang sedang dijalani (muncul pertanyaan “Apakah benar ini pekerjaan yang saya inginkan?” dan “Apakah hubungan ini dapat lanjut ke jenjang pernikahan?”)
    5. Insecure dengan pencapaian orang lain, ingin mendapatkan apa yang lebih dari apa yang dimiliki saat ini.
  •          Lalu apa yang harus dilakukan?
    1. Ingat lagi apa tujuan akhir yang ingin dicapai dalam hidup, jangan disamakan dengan orang lain (kembali kenali diri sendiri. Figure out what’s IMPORTANT to you.)
    2. Embrace it. Embrace your own process, it’s personal, it’s unique. Acknowledge jangan denial. It’s ok not to be okay.
    3. Keep on moving, jangan berhenti. Kalau merasa hidup seperti lari maraton yang sangat panjang coba ubah mindset anggap ini adalah lari jarak pendek namun ada beberapa. Siapa tahu jadi lebih ringan. Jangan lupa selalu celebrate small things agar energi kita terisi kembali, yourself need it!
    4. Maknai kegagalan sebagai eksperimen, kita jadi tahu bahwa there’s something that doesn’t works. Sebuah fakta baru yang non-negotiable.
    5. Kalau sedang galau coba tulis pros & cons –nya dalam bentuk bagan. Itu bagus untuk mengurai benang kusut di kepala kita sendiri dan melihatnya secara nyata. Then stick to the little plan.

Yap, itu dia QLC. Pengalaman penting dalam perjalanan hidup manusia. Kabar baiknya ini gak cuma kamu doang yang ngalamin. Gak usah khawatir berlebihan, kita pasti bisa lewatin ini dengan baik. Boleh berhati-hati tapi pastikan kita nikmatin setiap hari, ya!  :-)

Comments

Popular posts from this blog

The couple met in 2022

The couple met in 2022. They went hiking with her high school friends, their mutual friend asked him to join. He thought that the girl has a boyfriend so he only admire her without saying "hi." Conversation started after he followed her Instagram account. She is happy because he let her be herself. He is happy because he feels comfortable with her. They married to each other in 2023. 

The couple trip: Karimun Jawa

Thanks to suamiku yang ngurusin itinerary dengan sangat apik, akhirnya kita sampai di Karimun Jawa, yay! Apresiasi banget buat fleksibilitasnya karena cuaca akhir tahun nggak menentu jadi harus otak-atik schedule supaya semua spot berhasil kita datengin. Without any further ado, buat teman-teman yang mau nge- trip  ke Karimun Jawa tanpa ikut tour, silakan disimak yaa. ... Day 1 Perjalanan dimulai tanggal 23 Desember, dari dua minggu sebelumnya kami booking tiket travel Rimba Raya Premium via Traveloka berangkat dari SPBU Pabelan Sukoharjo dengan tujuan akhir di Pelabuhan Kartini, Jepara. H-1 dapat chat reminder untuk keberangkatan besok, untung suami 'ngeh' kalau jadwal keberangkatan 17.15 reschedule jadi jam 16.00. Kursinya nyaman kayak kursi pijet gitu menurutku, tidur-bangun tidur-bangun sampai deh kami di Jepara. Di Jepara kami menginap di Homestay 89 new yang kami booking via Agoda, nyaman banget kamarnya bersih dan terawat, full AC, bahkan ada TV-nya juga untuk ...

Day 5: My Parents

Seperti yang gue tulis di postingan hari ke dua , gue adalah anak yang bersyukur dilahirkan dari kedua orangtua yang seperti kedua orangtua gue. Padahal seperti remaja kebanyakan, dulu gue juga sempat berharap orangtua gue adalah orangtuanya temen-temen gue. Terus apa yang membuat gue jadi bersyukur sekarang? 1. Orangtua gue well-planned Banyak hal yang nggak gue sadari saat itu, ternyata berdampak buat gue saat ini. Gue adalah anak pertama dan baru punya adik di usia 6 tahun, di tahun yang sama gue masuk sekolah TK. Menurut gue keputusan orangtua gue untuk ngasih jarak lahir setelah gue mulai sekolah adalah ide yang brilian abis, sih. Hal ini bikin masa kecil gue merasa disayang dan cukup punya banyak memori kebersamaan yang bahkan masih gue inget sampai saat ini.  2. Orangtua gue keduanya bekerja Ini juga termasuk yang baru gue sadari sekarang, sih. Punya ibu yang bekerja, tuh, entah kenapa lebih dihormati aja. Dimaklumi juga kalau nggak ikut ngegosip sama tetangga karena punya u...