Film kesukaan gue…. Apa ya? Yang jelas romcom masih jadi nomor satu. Film cinta-cintaan emang gak ada matinya, sih. Terutama yang semua soundtrack nya bagus, jadi makin bikin film ini berkesan banget.
1. La La Land
Haha di post sebelumnya tentang tempat yang ingin dikunjungi gue juga nulis ini di nomor satu! Udah 4 tahun yang lalu, tapi scene ikonik mereka di bukit dari nyanyi saut sautan gitu pretending that they didn’t like each other dah gitu dilanjut dance ONE SINGLE SHOT dengan latar pemandangan menjelang subuh, sungguhlah ***aesthetically pleasing*** Mia & Sebastian ini. Buat gue pribadi, ini film yang pertama kali ngajarin gue kalau ternyata ada film yang ending nya realistis tapi tetep manis. OST favorit gue: A Lovely Night, Audition (The Fools Who Dream), dan Someone in The Crowd.
2. Notting Hill
Tau soundtrack filmnya udah bertahun-tahun tapi baru kesampaian nonton filmnya awal tahun 2020 pas baru langganan Netflix. Tentu saja nuangeeeesss, ampe gue ulang2 scene pas Anna bilang “I’m just a girl.....". Yang gue suka dari film ini pengambilan gambarnya sih, sama logat britishnya Will, sama musik latarnya yang perfect!! (re: scene yang musik latarnya Ain’t No Sunshine, DUH)
3. Before Trilogy
Bahkan gue nulis cuplikan obrolan mereka soal karir, Celine bilang yang dia anggap beneran kerja dan impactful itu sesederhana orang yang bekerja bagi-bagiin pensil untuk anak yang kurang mampu. Sayangnya orang-orang kayak gini nggak tertarik lagi dengan karir dan jabatan tinggi. Mereka bahkan nggak peduli apakah nama mereka akan masuk tv atau majalah. Menurut gue obrolan ini gokil banget.
4. 5 cm
Film indonesia yang on repeat kalau gue lagi gak mood. Komedi persahabatan, cinta, keindahan alam, mimpi dan cita-cita, bahkan nasionalisme semuanya ada di sini. Dan lagi, filmnya bisa banget ngambil scenes sederhana dalam pertemanan anak muda.
5. About Time
Yang terakhir ini bukan komedi sih, tapi tetep romance. Ini gue gak sengaja banget nonton gara-gara Rachel McAdams. Taunya boi bagus banget, gue jadi semakin yakin kalau takdir itu kita yang pilih sendiri dan setiap keputusan itu ada konsekuensinya. Ini juga on repeat karena jadi berfantasi bisa masuk lemari terus bisa ngulang-ngulang momen.





Comments
Post a Comment